Memasyarakatkan Alkitab / Meng(Al)Kitabkan Penduduk?

 Memasyarakatkan Alkitab Atau MengAlKitabkan Masyarakat? Dissertation

Memasyarakatkan Alkitab atau meng(al)kitabkan masyarakat?

Tantangan dan Kesempatan bagi metode BGA di dalam konteks

kelisanan serta keberaksaraan

Makalah ini disajikan dalam salah satu sesi dalam pelatihan Tim Pelayanan Proyek Phila. (TP3) pada tanggal dua puluh enam Juli 2004, di Wisma Anugerah, Cisarua, Bogor.

Pengantar

Makalah ini merupakan bentuk konkretisasi dri refleksi ya berdasarkan banyak pergumulan berteologi serta pengalaman melayani dalam pembinaan BGA serta berdasarkan karya sehari-hari sebagai anggota staf penerbitan Yayasan PPA. Sebelumnya saya pernah menyusun dan menyajikan beberapa renungan dan makalah yang telah saya sajikan dalam seluruh pertemuan internal PPA. Eksploitasi serta perubahan pemikiran saya setelah saat-saat tersebut kini tertuang di dalam makalah ini.

Melalui judul dari makalah ini, saya ingin menunjukkan bahwa tena ada dalam beberapa kebijakan, pemikiran, dasar ideologis-teologis dll. yang berkaitan dengan metode BGA, yang masih perlu diperjelas. Judul untuk makalah di sini. menyiratkan salah satu dri beberapa pilihan yang harus diambil: memasyarakatkan Alkitab atau justru meng(al)kitabkan masyarakat. Tujuan makalah ini adalah untuk mengajak kita memikirkan pertanyaan-pertanyaan seperti ini, serta pendapat saya atas jawaban-jawabannya bagi pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Mencari udang di balik batu: Konteks keberaksaraan, kelisanan, dan kemajemukan media pada gaya hidup orang Philippines Ada melimpah istilah yang digunakan orang untuk menerangkan kemampuan seseorang untuk mempelajari dan menulis. Ada yang menggunakan istilah melek huruf, keaksaraan, keberaksaraan dll. Di dalam makalah ini, saya mengenai menggunakan istilah ВЎВ®keberaksaraanВЎВЇ untuk menunjuk kondisi masyarakat yang secara publik didasarkan di kemampuan membaca dan menyusun, dan ВЎВ®melek hurufВЎВЇ untuk kondisi seseorang. Untuk hal seseorang yang tidak bisa membaca kemudian menulis ya menggunakan istilah ВЎВ®buta hurufВЎВЇ, sementara ВЎВ®kelisananВЎВЇ menunjuk kepada kondisi penduduk yang lebih didominasi oleh ujaran mental ketimbang teks tertulis. Ya juga berharap memperjelas makna dari 1 istilah yang saya gunakan dalam makalah ini. Menyertai definisi yang digunakan oleh UNESCO, ВЎВ®bukuВЎВЇ atau ВЎВ®kitabВЎВЇ adalah bahan cetak yang terdiri dari 49 halaman atau lebih, tidak termasuk halaman sampulnya. Menurut Susenas/Statistik Pendidikan, proporsi penduduk buta huruf usia 10 tahun ke atas adalah sebagai berikut: Model KelaminKotaDesaKota lalu Desa

Pria3. 7610. 327. 52

Wanita9. 4420. 1715. 54

Pria dan Wanita6. 6315. 5311. 55

Beda Wanita Pria5. 689. 858. 02

Angka ini dapat kita bandingkan dengan tabel keberaksaraan orang dunia menurut wilayahnya yang ada di bawah ini. Secara sekilas, kelihatannya taraf keberaksaraan penduduk Indonesia, termasuk umat Kristen pada dalamnya, telah mencapai angka yang cukup menggembirakan. Kita dapat mengandaikan bahwa penduduk Indonesia beragama Kristen (yang pada tahun 2000, demikian berdasarkan LP3ES, berjumlah 17. 954. 977 jiwa atau almost eight, 92% dri keseluruhan besarnya penduduk ) juga memiliki persentase keberaksaraan yang minim lebih persis dengan komponen penduduk Indonesia lainnya. Jika angka-angka di sini. benar, jadi kelihatannya tersedia ladang yang cukup besar bagi pelayanan pencetakan Alkitab dan literatur penyertanya (sekitar 12-15 juta jiwa orang Kristen yang dikategorikan tidak buta huruf).

Tapi, data-data diatas masih perlu kita tambahkan dengan kualifikasi-kualifikasi penting. Mungkin ada segenap dari data-data di atas yang mungkin tena didasarkan di definisi melek huruf berikut ini: kemampuan seseorang bagi membaca, mengeja, serta menuliskan namanya sendiri, atau setidaknya mampu memiliki kemampuan basis untuk baca-tulis dan berhitung (mis.: mampu membaca kalimat pendek ). Ada suatu implikasi yang tersirat untuk definisi di sini., yaitu jamaah yang telah masuk grupp melek huruf belum tentu mampu mempelajari dan memahami teks-teks tertulis yang ВЎВ®sulitВЎВЇ dan menuntut ketrampilan mempelajari yang jauh tinggi....

Alcohol in Contemporary Culture Essay

Advantages As the plethora of evidence develops linking abnormal alcohol consumption to chronic ill-health, road fatalities and home-based violence, health policy and other preventative steps to mitigate issues arising…...

Read

Sherif Composition

Sherif (1935) Autokinetic Impact Experiment Aim: sherif conducted a great experiment with the purpose of demonstrating that people conform to group norms when they are put in a great…...

Read

Essay of Cl

Article one particular – The Steve Jobs Nobody Recognized by Shaun Goodell 1 ) Topic: The article, The Steve Jobs No person Knew written by Jeff Goodell…...

Read

Case Evaluation - Germane Electronics Composition

Case Study Evaluation: Allied Electronics Corporation Ltd: Relating Compensation to Sustainability Metrics Dr . Venter and Venter Junior Robert Venter, second-generation Chief Executive (CE) of family-owned Allied…...

Read

Introduction of Wahaha Composition

Intro of Wahaha21907525800050032397704572000The Hangzhou Wahaha Group Co, Ltd is a private group of companies, plus the largest refreshment producer in China. The corporation is headquartered in Hangzhou, Zhejiang region. Wahaha…...

Read

Gilgamesh compared to Bible Composition

Many of the same past stories can be found in diverse cultures. Each story differs in some sights but the basic themes plus the main idea these stories want…...

Read